Wednesday, 9 July 2014

Realitas Tidak Semudah Bermain Game


Ada yang bilang hidup itu panggung sandiwara, hidup itu seperti film dimana kita sebagai pemain memerankan perannya masing masing, ada juga pendapat bahwa hidup itu bagaikan permainan belaka, yang dipontang panting kesana kemari oleh pemainnya. Tetapi hidup itu tidak seperti permainan game, setelah mati lalu hidup kembali dengan menekan star di tombol stik game. Tetapi hidup itu rill hidup itu nyata. Setiap harinya seluruh orang di penjuru dunia menjalankan kesibukannya masing -masing, mulai dari pekerja kantor yang harus terhalang kemacetan saat pagi tiba menuju ke kantor, riuh pikuk pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar, anak-anak sekolah yang terlihat berebut bus sekolah untuk bisa sampai  ke sekolah lebih awal, guru serta dosen yang pagi-pagi siap memuntahkan ilmu kepada anak didiknya.

Manis pedihnya kehidupan yang kita jalankan tergantung sejauh mana kita berusaha dalam menjalani kehidupan. Berusaha bangkit dari kegagalan, berusaha bangun dari keterpurukan. Mereka yang sukses, mereka yang bisa membeli segalanya dan mereka yang mempunyai pososi penting baik di pemerintahan maupun perusahaan swasta.
Disisi lain banyak segelintir orang yang merasakan pedihnya kehidupan. Kehidupan yang mereka rasakan berbanding terbalik dengan mereka- mereka yang merasakan manis dari buah kerja keras. Padahal mereka yang merasakan pedihnya kehidupan tidak berusaha keras, mereka berusaha lebih keras sampai-sampai melakukan cara yang menanggung resiko bagi diri mereka. Seperti mencari madu yang menempel di pohon yang tinggi di hutan , menjadi pemulung, itu semua yang mereka lakukan untuk menghidupi keluarganya di rumah. Secape apapun mereka asalkan pulang ke rumah membawa sedikit rupiah untuk anak-anaknya.

Terkadang mereka yang merasakan manisnya hidup pun sudah lupa, lupa akan kewajibannya, lupa akan tanggung jawabnya karena mereka asyik dengan kehidupan yang mereka jalankan. Saat ini banyak pejabat tinggi, para anggota DPR maupun MPR yang kedudukannya tinggi meyelewengkan jabatannya dengan cara mengambil uang Negara. Mereka yang sudah lupa bagaimana usaha mereka terdahulu untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Memang untuk mempertahankan manisnya kehidupan itu sulit. Kadang kita berada di atas, terkadang kita berada di bawah. Tetapi orang yang bijak adalah orang yang bertanggung jawab apabila ada di atas selalu memberi, selalu membantu dan mengayomi mereka yang ada di bawah. Niat baik yang mulia menjadikan mereka sebagai manusia yang hebat, manusia yang bisa menempatkan mereka sebagai orang yang berada. Mereka itu bisa menjadi contoh bagi mereka yang merasakan pahitnya kehidupan.

Maka dari itu yang harus ada dalam fikiran dan benak kita yaitu apabila kita diatas kita harus memikirkan orang-orang yang sedang di posisi bawah dengan meringankan beban penderitaanya, sebaliknya jika kita ada di posisi bawah, kita selalu berusaha untuk bisa di posisi atas dengan cara melihat usaha yang dilakukan posisi atas, supaya kita bisa belajar dari mereka dan mencontoh usaha dan kerja keras yang mereka lakukan.
Sampai kapan jika kita terus menunggu waktu yang tepat ?, mungkin kita tidak akan pernah mulai. Maka mulailah sekarang…!!! Mulailah di mana kita berada sekarang dengan apa adanya. Dan jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk mengerti kehidupan kita. Tapi sadarilah bahwa kita yang memilih diri kita untuk mencintai diri sendiri. Perjalan hidup memang memiliki banyak kesusahan, dari kehidupan lajang maupun sudah menikah. Semuanya juga memiliki suka-duka. Maka dari itu buka mata kita lebar-lebar sebelum beranjak bermain dalam kehidupan selanjutnya.

Dalam kehidupan juga membutuhkan kerabat, dialah yang dapat mendengarkan lagu didalam hati kita dan akan menyanyikan kembali tatkala kita lupa akan bait-baitnya. Tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain. Hidup didunia ada orang lain, bahkan orang lain yang akan menjadi biang pemanas perjalanan khidupan, semuanya saling beradu penghasilan dan lain sebagainya.
Maka hidup dan bergaullah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah. Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. Tidak seorang pun sempurna, mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak perlakuannya. Dan sangat menyedihkan jika melihat orang berkelas bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita. Kita tak bisa mengubah masa lalu, tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan. Bila kita mengisi hati kamu dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

No comments:

Post a Comment

depresi

 kamar yang sunyi memiliki sisi yang sangat ramai  sisi yang berada di kepala seseorang yang sedang merenung karna ada yang melintas singkat...