Ada yang bilang hidup itu panggung
sandiwara, hidup itu seperti film dimana kita sebagai pemain memerankan
perannya masing masing, ada juga pendapat bahwa hidup itu bagaikan permainan
belaka, yang dipontang panting kesana kemari oleh pemainnya. Tetapi hidup itu
tidak seperti permainan game, setelah
mati lalu hidup kembali dengan menekan star di tombol stik game. Tetapi hidup itu rill hidup itu nyata. Setiap harinya
seluruh orang di penjuru dunia menjalankan kesibukannya masing -masing, mulai
dari pekerja kantor yang harus terhalang kemacetan saat pagi tiba menuju ke
kantor, riuh pikuk pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar, anak-anak
sekolah yang terlihat berebut bus sekolah untuk bisa sampai ke sekolah lebih awal, guru serta dosen yang
pagi-pagi siap memuntahkan ilmu kepada anak didiknya.
Manis pedihnya kehidupan yang kita
jalankan tergantung sejauh mana kita berusaha dalam menjalani kehidupan.
Berusaha bangkit dari kegagalan, berusaha bangun dari keterpurukan. Mereka yang
sukses, mereka yang bisa membeli segalanya dan mereka yang mempunyai pososi
penting baik di pemerintahan maupun perusahaan swasta.
Disisi lain banyak segelintir orang
yang merasakan pedihnya kehidupan. Kehidupan yang mereka rasakan berbanding
terbalik dengan mereka- mereka yang merasakan manis dari buah kerja keras. Padahal
mereka yang merasakan pedihnya kehidupan tidak berusaha keras, mereka berusaha
lebih keras sampai-sampai melakukan cara yang menanggung resiko bagi diri
mereka. Seperti mencari madu yang menempel di pohon yang tinggi di hutan , menjadi
pemulung, itu semua yang mereka lakukan untuk menghidupi keluarganya di rumah.
Secape apapun mereka asalkan pulang ke rumah membawa sedikit rupiah untuk
anak-anaknya.
Terkadang mereka yang merasakan
manisnya hidup pun sudah lupa, lupa akan kewajibannya, lupa akan tanggung
jawabnya karena mereka asyik dengan kehidupan yang mereka jalankan. Saat ini
banyak pejabat tinggi, para anggota DPR maupun MPR yang kedudukannya tinggi
meyelewengkan jabatannya dengan cara mengambil uang Negara. Mereka yang sudah
lupa bagaimana usaha mereka terdahulu untuk mencapai kesuksesan seperti
sekarang.
Memang untuk mempertahankan manisnya
kehidupan itu sulit. Kadang kita berada di atas, terkadang kita berada di
bawah. Tetapi orang yang bijak adalah orang yang bertanggung jawab apabila ada
di atas selalu memberi, selalu membantu dan mengayomi mereka yang ada di bawah.
Niat baik yang mulia menjadikan mereka sebagai manusia yang hebat, manusia yang
bisa menempatkan mereka sebagai orang yang berada. Mereka itu bisa menjadi
contoh bagi mereka yang merasakan pahitnya kehidupan.
Maka dari itu yang harus ada dalam
fikiran dan benak kita yaitu apabila kita diatas kita harus memikirkan
orang-orang yang sedang di posisi bawah dengan meringankan beban penderitaanya,
sebaliknya jika kita ada di posisi bawah, kita selalu berusaha untuk bisa di
posisi atas dengan cara melihat usaha yang dilakukan posisi atas, supaya kita
bisa belajar dari mereka dan mencontoh usaha dan kerja keras yang mereka
lakukan.
Sampai kapan jika kita terus menunggu waktu yang tepat ?, mungkin
kita tidak akan pernah mulai. Maka mulailah sekarang…!!! Mulailah di mana kita
berada sekarang dengan apa adanya. Dan jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih
seseorang untuk mengerti kehidupan kita. Tapi sadarilah bahwa kita yang memilih
diri kita untuk mencintai diri sendiri. Perjalan hidup memang memiliki banyak
kesusahan, dari kehidupan lajang maupun sudah menikah. Semuanya juga memiliki
suka-duka. Maka dari itu buka mata kita lebar-lebar sebelum beranjak bermain
dalam kehidupan selanjutnya.
Dalam kehidupan juga membutuhkan kerabat, dialah yang dapat mendengarkan
lagu didalam hati kita dan akan menyanyikan kembali tatkala kita lupa akan
bait-baitnya. Tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain.
Hidup didunia ada orang lain, bahkan orang lain yang akan menjadi biang pemanas
perjalanan khidupan, semuanya saling beradu penghasilan dan lain sebagainya.
Maka hidup dan bergaullah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah. Namun kita
tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang
tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu
akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi
juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. Tidak seorang pun sempurna, mereka
yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak perlakuannya. Dan sangat menyedihkan
jika melihat orang berkelas bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita. Kita tak
bisa mengubah masa lalu, tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan
masa depan. Bila kita mengisi hati kamu dengan penyesalan untuk masa lalu dan
kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan
hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju
sukses.
No comments:
Post a Comment